Tips memotret Landscape

foto landscape
Memotret landscape adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, karena kita bisa mengabadikan keindahan ciptaan tuhan
Berikut ada sedikit Tips bagi teman-teman yang akan memotret landscape

  1. Jangan pernah meninggalkan Tripod
    Bagi Landscaper tripod sangatlah dibutuhkan untuk meredam dari getaran shuter ketika memotret dengan shuter speed yang rendah, selain itu dengan tripot kita bisa memotret dengan teknik photomerge.
  2. Gunakan Format RAW
    Dengan format RAW kita bisa mengolah lagi white balance, mengembalikan beberapa detail yang hilang karena over atau Under exposure, dan banyak lg manfaatnya.
    kelemahan dari format ini file terlalu besar sehingga free space dari hardisk akan semakin cepat berkurang.
  3. Gunakan Filter
    Kamera tidaklah sehebat mata kita dalam menangkap cahaya
    so filter sangat dibutuhkan untuk menghasilkan gambar yang mendekati dengan apa yang kita lihat
    Berikut filter yang bermanfaat untuk memotret landscape :- Filter CPL
    Adapun fungsi dari filter CPL adalah untuk membirukan langit, menurunkan highlight, serta menghilangkan bayangan/ pantulan pada air atau kaca
    – Filter ND
    Fungsi dari filter ND adalah menurunkan eksposur, tingkat penurunan eksposur tergantung dari nilai ND
    Smakin besar nilai ND maka smakin lambat pula shuter speed yang akan kita dapatkan.
    – Filter Gradual
    Fungsi filter ini tergantung dari gradualnya misal filter gradual ND, Filter ini terdiri dari filter bening yang kemudian bergradasi dengan hitam fungsinya untuk menurunkan eksposure di bagian atas atau bawah (misal kita memotret pantai di siang hari untuk mendapatkan eksposur yang imbang antara langit dan laut pastilah sangat susah didapat jika tanpa filter, akan tetapi dengan filter gradual ND kita bisa mendapatkan eksposur yang imbang antar langit dan laut. untuk pemakaiannya bagian yang pekat taruh diatas sedangkan yang bening taruh di bawah).
  4. Gunakan DOF (Depth of Field)/ Ruang tajam  lebar
    Dengan DOF/ ruang tajam lebar maka kita akan mendapatkan gambar yang tajam di semua obyek baik yang dekat dengan POI maupun yang jauh.
    So sebisa mungkin gunakan aperture/ bukaan yang sempit (mis f/22) agar ruang tajan semakin lebar.
    Kejelekan dari menggunakan Dof yang lebar adalah kotoran yang melekat di sensor akan semakin jelas sehingga akan mengganggu hasil foto. (jika demikian segera bersihkan sensor ^_^)
  5. Optimalkan Lensa yang ada
    jika objek sangatlah lebar sedangkan lensa kita tidaklah mencukupi maka lakukan teknik Photomerge,  dengan menggunakan bantuan softwere photoshop
    cara motretnya adalah kita gunakan mode manual (M) jangan AV, TV ataupun auto karena akan meyebabkan cahaya yang tidak rata pada setiap gambar
    muailah memotret dari ujung kiri sampai ujung kanan ( sesuai selera sih ) kl bisa format yg kita gunakan format vertikal
    jika ada tripod maka gunakan tripod untuk membantu kekontinyuan dari gambar
    langkah selanjutnya adalah menggabungkan beberapa foto tersebut dengan bantuan softwere kl di photoshop photomerge letaknya di file – automate – Photomerge.

Smoga Bermanfaat
Salam Jepret

 

Luki Hermanto


Luki Hermanto adalah seorang full time photographer dan Blogger ikuti kicauannya di @lebah96

Advertisement


No comments.

Leave a Reply